Indonesia — Jewelry / 30-10-2026
Cincin Rhodium: Lapisan Kilau yang Perlu Anda Pahami
Apa Sebenarnya Cincin Rhodium dan Mengapa Perhiasan Dilapisinya
Rhodium adalah logam mulia dari kelompok platinum yang berwarna putih keperakan dan sangat keras. Ia jarang dipakai sebagai bahan perhiasan utuh karena getas dan harganya mahal, tetapi justru sifat itu yang membuatnya ideal sebagai lapisan tipis di permukaan perhiasan. Dalam praktik sehari-hari, perhiasan rhodium adalah perhiasan yang permukaannya sudah disepuh logam ini, bukan perhiasan yang seluruh bahannya rhodium.
Ketika orang bertanya cincin rhodium itu apa, jawaban paling akurat: cincin dengan bahan dasar emas putih, perak, atau paladium yang kemudian diberi lapisan rhodium setebal beberapa mikron melalui proses elektroplating. Tujuannya memperbaiki warna, menutupi bekas penyolderan, dan menambah ketahanan terhadap goresan kecil. Karena emas putih murni sebenarnya berwarna krem pucat, lapisan inilah yang memberi kesan putih bersih seperti platinum.
Perlu dicatat, lapisan rhodium bukan bagian dari kadar emas. Sertifikat emas tetap mengacu pada bahan dasarnya, misalnya emas 18 karat atau perak 925. Jadi jika Anda membeli cincin dengan label "emas putih", ketahui bahwa kilau putihnya bisa berasal dari rhodium yang suatu saat akan menipis.
Proses Pelapisan dan Berapa Lama Hasilnya Bertahan
Pelapisan rhodium dilakukan toko perhiasan atau workshop khusus. Perhiasan dibersihkan dulu dengan cairan pembersih dan arus listrik untuk menghilangkan minyak serta sisa polesan, lalu dicelupkan ke larutan rhodium dalam bak elektroplating. Tegangan listrik dijaga rendah agar lapisan merata dan tidak pecah. Prosesnya biasanya satu hingga tiga jam per batch, tergantung ukuran dan kondisi perhiasan.
Daya tahan yang realistis
Untuk cincin yang dipakai setiap hari, lapisan rhodium umumnya bertahan enam bulan sampai dua tahun. Cincin kawin lebih cepat aus di bagian bawah karena bergesekan dengan meja, gagang pintu, atau setir. Kalung dan anting yang jarang tersentuh benda keras bisa bertahan dua sampai tiga tahun. Perhiasan titanium juga sering dilapis rhodium, tetapi karena titanium sendiri sudah tahan korosi, pelapisan lebih bertujuan memperbaiki warna.
Biaya pelapisan ulang di Jakarta berkisar Rp150.000 sampai Rp500.000 per item untuk perhiasan ukuran biasa, naik jika ada batu yang perlu dilepas dan dipasang kembali. Sebagian toko menawarkan paket gratis untuk cincin yang dibeli di tempat mereka, biasanya sekali dalam setahun.
Kesalahan yang sering terjadi: pemilik mencoba memoles sendiri dengan pasta gigi atau kain abrasif karena melihat kilau mulai pudar. Cara ini justru mengikis lapisan lebih cepat dan bisa meninggalkan baret halus. Cukup cuci dengan air sabun hangat dan sikat berbulu lembut, lalu keringkan dengan kain microfiber.
Rhodium, Emas, atau Berlian: Membedakan yang Sering Tertukar
Salah satu kebingungan yang kerap muncul adalah perbedaan susuk emas dan berlian, atau menganggap cincin berlapis rhodium sebagai berlian karena tampak putih berkilau. Kenyataannya, rhodium tidak memiliki kilau api seperti berlian; ia memantulkan cahaya secara merata dan berwarna putih metalik. Berlian asli memecah cahaya menjadi kilau warna-warni jika diputar di bawah lampu.
Untuk memastikan, lakukan cek batu permata di toko yang punya alat loupe dan tester berlian. Pengujian titik panas atau tes konduktivitas akan langsung memisahkan batu mulia dari kaca atau kubik zirkonia. Bila Anda sedang mencari batu permata untuk dipasang pada cincin berlapis rhodium, perhatikan juga bahwa batu dengan kekerasan rendah seperti kuarsa yang tembus cahaya lebih mudah tergores saat perhiasan dipoles ulang.
Pada perhiasan emas dan perak, lapisan rhodium juga berfungsi mencegah perak menghitam karena oksidasi sulfur di udara. Namun perak yang dilapis rhodium tidak bisa lagi dibersihkan dengan cairan pemutih perak biasa karena cairan itu dapat merusak lapisan.
Kapan Sebaiknya Melapis dan Kapan Sebaiknya Tidak
Pelapisan rhodium masuk akal untuk cincin tunangan emas putih yang ingin tampil konsisten putih, untuk memperbaiki warna setelah penyolderan, atau untuk perhiasan warisan yang warnanya sudah tidak seragam. Di sisi lain, bila Anda memilih emas kuning atau rose gold, pelapisan justru menghilangkan karakter warna aslinya.
Ada juga pertimbangan alergi. Rhodium termasuk logam hipoalergenik, sehingga sering dipakai sebagai lapisan pada perhiasan untuk kulit sensitif. Namun bila lapisan menipis dan bahan dasar mengandung nikel, reaksi gatal bisa muncul kembali. Orang dengan kulit sangat sensitif sebaiknya memilih bahan dasar paladium atau titanium, bukan kuningan berlapis.
Contoh kasus yang umum: seorang karyawan membeli cincin emas putih 18 karat di mal, memakainya delapan jam sehari di depan komputer. Setelah sebelas bulan, warna di bagian punggung cincin mulai tampak kekuningan karena lapisan rhodium terkikis. Ia melapisi ulang dengan biaya Rp250.000 dan cincin kembali seperti baru. Ini pola yang wajar, bukan tanda perhiasan palsu.
Sebelum melapis, mintalah toko menimbang perhiasan dan mencatat kondisi batu. Beberapa batu, terutama opal dan mutiara, tidak tahan cairan elektroplating dan harus dilepas lebih dulu. Simpan struk pelapisan karena sebagian toko memberikan garansi bila lapisan mengelupas dalam waktu singkat.